Author: Ruri Matsudaira
Cast: Joo Young(CS)
Others: member CheoShi
Setting: Dorm CheoShi di Jepang, pada pagi hari
Joo Young Pov
“ KRIING!!KRINGG!!!”
‘Ugh! Suara apa itu? Menyebalkan sekali!!’ batinku merasa terusik kelelapanku. Kututup kepalaku dengan bantal terdekat yang dapat kuraih. Beberapa detik kemudian, seseorang menarik bantal dari kepalaku dan mengguncang-guncangkan badanku.
“ Oppa!! Ayo bangun!! Bangun! Bangun! Sudah Pagi!!” ujar Tae Seo. Uh, aku benci di panggil Oppa. Aku ini cewek, panggil aku Onnie. Padahal umurku dengan Tae Seo sama. Hanya beda beberapa bulan saja.
“ Iya..iya..” ujarku malas-malasan. Ingin sekali kulanjutkan tidurku. Badanku pegal-pegal sehabis melakukan aktivitas kemarin. Untunglah, manager Oppa baik sekali memberi kita libur 3 hari. Bisa-bisa, badanku pecah berkeping-keping. Pekerjaanku sekarang sangat melelahkan.
“ Oppa!! Ayo bangun!! Sarapan!! Dasar malas!!” ujar Tae Seo dengan aegyonya.
‘ Huh! Memangnya kau tidak malas?’ batinku kesal. Akhirnya aku bangun dari tempat tidurku dan menuju kamar mandi. Terdengar Tae Seo berteriak senang dan langsung menuju ruang tengah.
Disana, Yeon dan Yun Seo cemberut bukan main. Itulah kebiasaan aneh mereka bertiga. Selalu taruhan membangunkanku! Itu menyebalkan! Memang enak selalu dijadikan bahan taruhan?!
Kulirik mereka saat aku gosok gigi. Yeon dan Yun Seo menyerahkan sebuah majalah fashion harajuku yang mereka beli diam-diam kepada Tae Seo. Ia langsung sumeringan menerima majalah tersebut. Dasar! Memang harga taruhanku semurah itu? Ini penghinaan!!
Selesai menyikat gigi, aku menuju lemari bukuku untuk mengambil sebuah novel yang belum sempat kubaca karena kesibukanku. Tiba-tiba Hye Seo muncul.
“ Onnie, ambilkan kamus paling atas itu.. Kamus bahasa Prancis milik Kimmy Onnie..” pintanya melas. Dasar Maknae, paling kecil paling pendek pula. Ckckck..Hem, dia juga sama seperti anak-anak lainnya. Memanfaatkanku untuk meraih benda-benda yang tinggi. Tak pernah berusaha sendiri.
“ Nih..” ujarku jutek menyerahkan kamus tersebut. Tanpa berterima kasih, Hye Seo langsung balik ke kamarnya. Entah apa yang ia lakukan. Aku menuju meja makan untuk sarapan dengan novel di salah satu tanganku.
“ Oppa, Kimmy Onnie belum masak.. bahan makan habis, jadi Onnie beli dulu di pasar..” ujar EunCha sambil menyisir rambutnya. Aku menghela napas. Ugh! Kenapa hari ini begitu membuatku Bete?! Aku sudah lapar!! Karena lapar tak tertahankan, aku berlari ke dapur untuk membuat mie instant. Cukup mudah, dan selesai dalam waktu 10 menit. Tapi, begitu ingin menikmati masakanku..
“ JOO YOUNG!! Apa yang kamu lakukan?!” seru Kimmy Onnie yang baru pulang dari pasar dengan belanjaan yang menumpuk di tangan kanan dan kirinya. Aku terdiam melihat tingkah orang tertua disini. Dasar ibu ibu!! Ku acuhkan teriakan Kimmy Onnie, dan melanjutkan makan mie buatanku.
“ Joo Young! Ini tidak sehat!! Kau sudah berapa kali makan mie instant dalam seminggu?! Tunggu aku masak!!” omel Kimmy Onnie merebut mangkukku.
“ Onnie, aku sudah lapar..” pintaku berusaha mengambil mangkukku. Eun Cha yang takut rambutnya terkena cipratan kuah mie langsung berlari menuju kamarnya dengan langkah anggun. Dasar Miss Model!!
“ TURUTI KATAKU!!” ujar Kimmy Onnie tegas. Akhirnya aku menurut. Inilah sifat kimmy Onnie yang paling menyeramkan. Jika ada yang menentangnya, ia akan marah besar.
Dengan langksh gontai, kulangkahkan kakiku ke ruang tengah untuk membaca buku. Tapi, segera ku hilangkan niat itu, begitu melihat Tae Seo, Yeon, dan Yun Seo yang sedang asyik main kartu remi.
Begitu masuk kamarku, pemandangan yang tak menyehatkan mata menusuk-nusuk. Kenapa aku dan Tae Seo malas sekali membereskan kamar? Majalah-majalah milik Tae Seo berserakan dimana-mana. Celana jeansku yang kemarin-kemarin ku pakai masih tergantung di gantungan baju.
Begitu joroknya kamarku. Beda dengan kamar Eun Cha dan Hye Seo. Serta Kamar Kimmy Onnie yang selalu bersih dan rapi. Mereka ini! Cinta kebersihan nggak ngajak-ngajak!
Aku beranjak keluar dorm kami. Kimmy sempat melihatku keluar, tapi ia biarkan, karena ia sibuk dengan masakannya yang terlalu lama matang. Selera makanku sudah mulai hilang. Yang ingin kulakukan hanyalah membaca novelku. Dimana tempat yang nyaman untuk membaca?
Ah! Aku tahu! Atap!! Atap adalah tempat yang bagus. Tapi, udara sedikit dingin. Sepertinya aku harus masuk ke dalam untuk memakai baju hangat dan mengenakan mantelku. 10 menit kemudian, aku telah siap untuk ke atap dengan pakaian hangatku.
Sudah kutebak! Saat salju turun, atap akan sepi. Asyik!! Tak akan ada yang menganggu. Aku mencari tempat yang tak terkena salju. Aku menemukannya! Aku duduk dengan nyaman dan mulai membaca novelku.
Tiba-tiba, suara tertawaan anak kecil menggelengar di seluruh sudut atap. Sial! Apa lagi sekarang?! Anak kecil itu berlari-lari kesana kemari, tak merasa bahwa ia mengangguku.
“ Horee.. salju!!” ujar anak itu riang gembira. Pipinya merah tomat, ia kedinginan tapi tetap tertawa cekikikan melihat salju. Dasar Anak Kecil! Kemana ibu anak kecil itu?! Tega sekali membiarkan anaknya kea tap pada saat hujan salju seperti ini?!
Tanpa sadar, anak itu memandangku yang sedang mengerutu sendiri. Ia mendekatiku dan duduk disampingku.
“ Sedang baca apa kak?” tanyanya polos. Aku jadi ingat pada Hye Seo. Si anak polos satu itu.
“ Novel orang dewasa..” jawabku cuek. Kupandang anak itu dengan seram. Niatku, agar anak tersebut pergi dari sini, tanpa terduga, ia malah tertawa cekikikan. Memangnya wajahku seaneh itu??
“ Hi..hi..hi.. Oppa? Eh, Onnie.. lucu sekali..” ujarnya lagi. Hey! Sekarang dia ikut memanggilku Oppa. Virus Tae Seo cs sudah menyebar kemana-mana.
“ Onnie sudah makan??” tanyanya lagi. Aku mengangguk bohong. Aku malas meladeni anak kecil seperti ini. Jangan jangan dia ini mahkluk halus. Bodo amet!
“ Kata Eomma, kita harus makan makanan yang bergizi, agar kuat..” lanjutnya. Huh! So What? Kaya penting aja. Ku lanjutkan acara membacaku.
“ Kalau tidak makan makanan yang bergizi, bisa sakit. Apalagi Onnie kan sibuk..” lanjutnya. Hah?! Bagaimana dia tahu aku orang yang sibuk? Kutatap anak itu dengan heran.
“ Aku penggemar Joo Young Onnie..” ujarnya lagi sambil tersenyum. Oalah.
“ Lalu.. apa yang kau inginkan? Minta tanda tangan atau foto bareng?” tanyaku cuek. Aku sebal menemui fans disaat sedang badmood seperti ini.
“ Tidak! Aku tidak mau..” tolaknya. Hem, berani juga anak ini. Lihat aja, kalau aku sedang jumpa fans atau sejenisnya dan menemukan anak ini akan kubiarkan dia.
“ Onnie sedang badmood kan? Aku hibur ya..” ujarnya lalu berdiri menyanyikan salah satu lagi Cheo Shi sambil menari-nari dengan lucunya. Gerakannya sangat kaku dan aku tak bisa menyembunyikan tawaku.
Melihat aku tertawa, anak tadi tampak girang dan makin semangat menari-narikan dance kami.
“ Onnie sudah tidak marah kan?” tanyanya sambil berkeringat. Aku menggeleng cepat sambil terus tertawa.
“ Hey, kamu..” belum sempat aku bilang terima kasih. Anak itu sudah menghilang. Seperti terbawa angin. Sepertinya aku tidak mendengan suara langkah kaki. Kemana anak tadi? Dalam hati aku terus bertanya-tanya.
“ Huh.. apapun wujudmu.. terima kasih ya..” ujarku sambil menatap langit yang terus menurunkan salju. Brr suhu sudah makin dingin, aku harus kembali kalau tidak ingin menjadi daging beku.
“ Aku pulang!!” seruku membuka pintu dorm. Tak kusangka, Kimmy Onnie sudah berada di depanku sambil mengenakan celemeknya.
“ Makanan sudah siap!!” ujarnya sambil tersenyum. Aku hanya tersenyum sekedarnya dan menuju ruang makan. Di sana semua member sudah berkumpul. Hye Seo yang masih dengan kamus bahasa Prancisnya. Tae Seo yang sibuk dengan majalah hasil taruhan. Yeon dan Yun Seo yang sibuk main game dari PSP mereka. Dan Eun Cha yang selalu menyisir rambutnya saat sarapan.
“ Ayo makan!!” seru Kimmy Onnie semangat. Semua mulai makan dengan melakukan kegiatan masing-masing. Dan seperti biasa, pasti terjadi keributan sebentar lagi.
“ Eun Cha!! Jangan sisiran saat sedang makan!! Nanti rambutmu masuk ke makananmu!!” seru Kimmy Onnie sambil melotot kea rah Eun Cha. Eun Cha yang paling taku dengan Kimmy Onnie langsung menaruh sisirnya dan mulai makan dengan mengerutu.
Aku tersenyum geli melihat mimic muka Eun Cha. Dan tanpa kusadari, Tae seo mengawasiku yang sedang tersenyum.
“ Oppa! Kenapa senyum senyum sendiri?! Oppa naksir Eun Cha-yah?!?!” sahut Tae Seo 100 persen berteriak. APA!? Sejak kapan Tae Seo menduplikatku sebagai penyuka sesama jenis. Member yang lain langsung menatapku.
“ Oppa, maaf ya. Aku suka dengan cowok. Tidak mau dengan cewek..” jawab Eun Cha malu-malu lalu makan kembali.
“ Sudahlah Oppa, tak ada Eun Cha, Hye Seo pun jadi..” usil Yeon sambil memakal kubisnya. Grr.. mulai lagi semua meledekku. Merekapun tertawa-tawa. Yah, bagaimanapun mereka itu sudah seperti keluarga. Mau bagaimana lagi. Marah pada mereka saja tidak bisa. Joo Young payah.
“ Oppa, makasih ya tadi..” ujar Hye Seo. Aku hanya mengangguk sekedarnya lalu melanjutkan makan karena aku sangat lapar. Kemudian, Tae Seo kembali berceletuk.
“ Oppa malu malu ya.. cie..cie..” ujarnya membuat member lain tertawa tawa lagi. ‘Huh! Kapan-kapan harus kubalas dia!!’ batinku menyusun rencana untuk menjahili Tae Seo.
***
Sori kalo aneh..
Miahaeyo..
Sabtu, 09 Januari 2010
FF: Miss Grummpy
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar